Untuk masa-masa sulit dalam kehidupan, sikap yang akan
diambil untuk menyelesaikannya sangatlah menentukan. Cepat boleh, ceroboh,
jangan. Karenanya, ambil sikap dengan bijak. Jadilah manusia dengan pemikiran
yang memperhitungkan segala risiko dalam mengambil keputusan. Jadilah dewasa.
Jadilah dewasa.
Jadilah dewasa.
Jadilah dewasa.
Jadilah dewasa.
***
Ada fase di mana manusia mengalami kesulitan,
keresahan dan kegelisahan. Kemudian, seolah-olah semuanya harus dihadapi dan
diselesaikan dengan benar. Akan tetapi, bagaimana cara menyelesaikannya dengan
benar? Benar menurut siapa? Benar atas dasar apa?
Sebelumnya, mari sadari jika semuanya pasti berubah.
Hal baik menjadi buruk, hal baik menjadi lebih baik, hal buruk menjadi baik dan
hal buruk menjadi lebih buruk. Ke manapun arah perubahannya, kamu hanya perlu
siap menghadapi dan menerimanya.
Kemudian jika kebenarannya adalah; waktu tidak pernah
mau menunggu sampai kamu siap, yang bisa kamu lakukan adalah tetap berjalan dan
menerima karena waktu akan terus berjalan. Jangan terjebak dalam lingkar waktu
yang membuat kamu kesulitan mencari jawaban, karena sisi luar lingkar waktu
bisa jauh lebih luas dan membebaskan untuk menemukan jawaban.
Setelah itu cobalah untuk menghidupi diri sendiri.
Ingatlah bahwa semuanya dimulai dari diri sendiri. Hidupilah selagi ada waktu,
karena tahap selanjutnya akan jauh lebih rumit. Percayalah bahwa akan lebih
mudah untuk memahami orang lain jika sudah bisa memahami diri sendiri karena
kamu pasti tahu batasan diri sendiri, kemudian kalkulasikan batasan diri tersebut
dengan segala hal yang perlu dilakukan untuk memahami orang lain.
Kewajiban membahagiakan juga seolah-olah menjadi
tanggung jawab ketika dirasa sudah bisa memahami orang lain. Selama belum
memiliki ikatan pernikahan, sadari bahwa hal tabu seperti memiliki tanggung
jawab membahagiakan orang lain bukanlah keharusan. Jadi, pastikan kesulitan dan
kekhawatiran kamu bukan tentang ini karena masih banyak kekhawatiran yang lebih
penting untuk diselesaikan.
Untuk setiap definisi kedewasaan, tidak ada yang
bisa dijelaskan dengan mudah. Menjadi dewasa memang bukan untuk didefinisikan
atau dijelaskan, melainkan untuk dilakukan. Di antara semua kemudahan yang bisa
dilihat dari orang sekelilingmu, mereka pasti memiliki kesulitannya sendiri.
Yang membedakan hanyalah bagaimana cara mereka
menyelesaikannya. Bagaimana meluruskan kembali benang yang kusut. Sulit, tapi
pasti bisa dilakukan. Untuk itu, berpikirlah untuk menyelesaikannya. Proses berpikir
yang akan membuat kamu menjadi dewasa. Yang akan merubah pola pikir. Yang
mendewasakan.
Pada akhirnya, segala kesulitan dan kegelisahan akan
membawa kamu menuju kedewasaan. Penolakan dan kehilangan hanya harus dilalui
karena waktu akan terus berjalan. Kita semua akan sangat terbiasa dengan itu.
Waktu tidak bisa dihargai dengan apapun. Jangan
sampai membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa sebuah kepuasan. Mulailah hidup
sesuai yang kamu inginkan. Menata hidup dengan benar sedini mungkin.
"Astaga, sulit sekali menjadi dewasa."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar