Minggu, 31 Mei 2020

Dewasa yang Mendewasakan


Untuk masa-masa sulit dalam kehidupan, sikap yang akan diambil untuk menyelesaikannya sangatlah menentukan. Cepat boleh, ceroboh, jangan. Karenanya, ambil sikap dengan bijak. Jadilah manusia dengan pemikiran yang memperhitungkan segala risiko dalam mengambil keputusan. Jadilah dewasa.

Jadilah dewasa.

Jadilah dewasa.

Jadilah dewasa.

Jadilah dewasa.

***

Ada fase di mana manusia mengalami kesulitan, keresahan dan kegelisahan. Kemudian, seolah-olah semuanya harus dihadapi dan diselesaikan dengan benar. Akan tetapi, bagaimana cara menyelesaikannya dengan benar? Benar menurut siapa? Benar atas dasar apa?

Sebelumnya, mari sadari jika semuanya pasti berubah. Hal baik menjadi buruk, hal baik menjadi lebih baik, hal buruk menjadi baik dan hal buruk menjadi lebih buruk. Ke manapun arah perubahannya, kamu hanya perlu siap menghadapi dan menerimanya.

Kemudian jika kebenarannya adalah; waktu tidak pernah mau menunggu sampai kamu siap, yang bisa kamu lakukan adalah tetap berjalan dan menerima karena waktu akan terus berjalan. Jangan terjebak dalam lingkar waktu yang membuat kamu kesulitan mencari jawaban, karena sisi luar lingkar waktu bisa jauh lebih luas dan membebaskan untuk menemukan jawaban.

Setelah itu cobalah untuk menghidupi diri sendiri. Ingatlah bahwa semuanya dimulai dari diri sendiri. Hidupilah selagi ada waktu, karena tahap selanjutnya akan jauh lebih rumit. Percayalah bahwa akan lebih mudah untuk memahami orang lain jika sudah bisa memahami diri sendiri karena kamu pasti tahu batasan diri sendiri, kemudian kalkulasikan batasan diri tersebut dengan segala hal yang perlu dilakukan untuk memahami orang lain.

Kewajiban membahagiakan juga seolah-olah menjadi tanggung jawab ketika dirasa sudah bisa memahami orang lain. Selama belum memiliki ikatan pernikahan, sadari bahwa hal tabu seperti memiliki tanggung jawab membahagiakan orang lain bukanlah keharusan. Jadi, pastikan kesulitan dan kekhawatiran kamu bukan tentang ini karena masih banyak kekhawatiran yang lebih penting untuk diselesaikan.

Untuk setiap definisi kedewasaan, tidak ada yang bisa dijelaskan dengan mudah. Menjadi dewasa memang bukan untuk didefinisikan atau dijelaskan, melainkan untuk dilakukan. Di antara semua kemudahan yang bisa dilihat dari orang sekelilingmu, mereka pasti memiliki kesulitannya sendiri.

Yang membedakan hanyalah bagaimana cara mereka menyelesaikannya. Bagaimana meluruskan kembali benang yang kusut. Sulit, tapi pasti bisa dilakukan. Untuk itu, berpikirlah untuk menyelesaikannya. Proses berpikir yang akan membuat kamu menjadi dewasa. Yang akan merubah pola pikir. Yang mendewasakan.

Pada akhirnya, segala kesulitan dan kegelisahan akan membawa kamu menuju kedewasaan. Penolakan dan kehilangan hanya harus dilalui karena waktu akan terus berjalan. Kita semua akan sangat terbiasa dengan itu.

Waktu tidak bisa dihargai dengan apapun. Jangan sampai membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa sebuah kepuasan. Mulailah hidup sesuai yang kamu inginkan. Menata hidup dengan benar sedini mungkin.

"Astaga, sulit sekali menjadi dewasa."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar