“Mungkinkah dirasakan…”
“Kebahagiaan yang abadi…”
“Mungkinkah didapatnya…”
“Sekeping cintanya…”
Candra Darusman –
Ballada Seorang Dara (1981)
***
Jadi Tuhan menciptakan jarak untuk lebih memaknai suatu
pertemuan. Agar setiap waktu yang dilewati sebelum datang waktu bertemu itu terasa
lebih lama. Agar setiap pesan rindu yang terkirim melalui media daring terasa
lebih berarti. Agar setiap manusia yang saling merindu bisa senantiasa
menghargai setiap detiknya saat bertemu.
Jangan takut untuk rindu jika susah bertemu. Memang, susah.
Tapi, tidak bisa menghindar. Cukup sampaikan jika kamu rindu, dan tunggu
kata-kata yang sama keluar dari dia, maka kamu adalah obat bagi kesepiannya
saat itu. Mungkin seseorang yang lain di dekat dia bisa mengingatnya dalam
berbagai keadaan, tapi kamu adalah yang paling tepat untuknya bersandar jika
dekat.
Maka percayakan segalanya dengan do’a dan usaha; bagaimana
mereka bekerja dengan adil menyampaikan kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan
melihat, mana yang sungguh-sungguh ingin dipertemukan. Ditengah-tengah kesibukan, saling berkejar
kabar dan menunggu dengan sabar.
Seharusnya tidak terlalu susah jika dilewati bersama. Saling
membuat segalanya menjadi mudah jika disisipkan sedikit tawa saat mengejar
kabar dan saling menjaga api tetap menyala ─membara. Membuatnya tetap ceria
walau hanya dihadiahi sedetik tunggu saat itu.
Demi waktu dan jarak yang menciptakan rindu, sebenarnya
semua pasti terasa lebih mudah jika dekat. Namun apakah memang sudah
digariskan, bahwa yang menjalani harus menjadi lebih kuat, harus lebih bijak.
Suka tidak suka. Mau tidak mau. Tidak ada yang tahu.
Maka pada akhirnya kita sendiri yang menentukan akan sekuat
apa diri kita dalam mempertahankan. Membuat algoritma untuk menentukan sikap
setiap harinya dalam merindu. Menjadikan gelap malam mengeluarkan pesona dengan
personanya.
Lalu jika kita yang menciptakan jarak itu sendiri, bukankah
sama saja dengan menyiksa diri sendiri?
Tentu tidak. Karena sebenar-benarnya kita memilih, pada
akhirnya hati akan memilih yang menurutnya tepat, bukan yang menurutnya dekat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar